BANNER
Hukum & Kriminal

Alamak, Selama 7 Bulan 49 Konsumen Nyaris Kena Tipu

BINTAN,WATAINDONESIANEWS.com – Jepa 23, warga kawal pantai, orang kepercayayaan perusahaan harus berurusan dengan polisi, pasalnya sejak januari hingga Juli 2017 pelaku melakukan penggelapan dana disaat konsumen melakukan pembayaran kredit sepeda motor disalah satu dealer di kawal dan tidak menyetorkan kepada perusahaan, Selasa (8/8/2017).

Terungkapnya kasus itu ketika salah satu konsumen hendak mengambil Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) yang telah dilunasinya melalui jepa, namun ketika konsumen tersebut akan mengambil BPKB itu ternyata uang tersebut tidak disetorkan jepa ke perusahaan yang ada di Tanjung Uban, melainkan untuk bersenang- senang dan membeli minuman.

Kapolsek Gunung Kijang AKP.Hendriyal membenarkan adanya laporan dari perusahaan dealer motor pada minggu (6/8) terkait penggelapan dana  kredit motor konsumen yang dilakukan karyawannya sebanyak Rp78 juta lebih.” Ada konsumen yang mau ambil BPKB, katanya sudah lunas, setelah konsumen menghubungi dealer utamunya di tanjung uban, ternyata belum dibayar selama dua bulan, padahal konsumennya sudah lunas dengan menyerahkan bukti pelunasan kwitansi yang ditulis oleh pelaku,” ungkap Kapolsek Gunung Kijang, AKP. Hendiyal kepada wartaindonesianews di mapolsek.

Kapolsek menuturkan, setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak perusahaan, tidak sedikit yang menjadi korban, bahkan lebih dari 49 konsumen ikut menjadi korban penipuan oleh pelaku. Cara dan trik yang dilakukan oleh pelaku terbilang cukup mulus.

” selama 7 bulan pelaku melakukanya dengan cara angsuran konsumen lain disetor ke atas nama konsumen lainnya dan itu dilakukan pelaku secara terus menerus, bahkan ada yang melakukan pembelian secara tunai tapi uangnya tidak diserotkan ke perusahaan,” beber Kapolsek.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. “sudah 11 saksi yang kita periksa, sekarang pelaku berada didalam sel tahanan mapolsek,” timpalnya lagi.Sentara itu, pelaku dihadapan awak media mengakui perbuatanya, selama 7 bulan uang yang ia pegang dari tangan konsumen jarang disetorkan ke perusahaan melainkan untuk bersenang senang dan membeli minuman.

Kata dia, dalam seminggu uang setoran konsumen hampir Rp 40 juta rupiah, lanjutnya dengan uang sebanyak itu akhirnya timbul rasa ingin memiliki.”siapa yang tak tergoda setiap minggu pegang uang segitu, semua saya pakai untuk keperluan saya, saya hilaf bg, saya sudah jumpa bos dan akan beryanggung jawab, padahal niat baik saya sudah ada, tapi saya jeblosin,” ucap pelaku.

Reporter : (jo)

Editor :zulhaam

BANNER
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER
To Top