BANNER
Hukum & Kriminal

Astaga Dilla Korban Trafficking ,Menagis Di Ruangan Sad Narkoba Simalungun

BUKIT MARAJA,WARTAINDONESIANEWS.com – Buntut dari penangkapan seorang PSK wanita dibawah umur diduga mengkonsumsi sabu sabu dilokalisasi Bukit Maraja Desa Marihat Bukit Kec Gunung Malela Simalungun lokasi barak Balam pada hari Sabtu (22 /7) sekira pukul 11.00 WIB ternyata awal terungkapnya tabir Tracffiking disimalungun khususnya di kecamatan gunung malela.

Lokalisasi disinyalir tidak mempunyai ijin dan beroperasi diperkampungan penduduk, akhir akhir ini mulai meresahkan warga sekitar, dimana angka kriminal cukup tinggi, yaitu narkoba, trackfiking, pertikaian antar pengunjung sesama pengunjung, dan pengunjung dengan pemuda setempat.

Salah satunya sejak terungkapnya tabir penjualan manusia, Dilla Aletia Kezia (15) yang berasal dari lampung barat saat ditemui awak media metro 24 diruangan Sat Narkoba Polres Simalungun Minggu (23/7) sembari menangis dan menyesalkan sikap pengusaha elidawati boru ginting yang telah menipu serta membawanya ke Simalungun dengan iming iming akan bekerja di sebuah restoran di medan, ternyata hanya sebuah akal akalan saja.

” ditipu aku bang, janji si ginting itu jadi pelayan restoran di medan rupanya aku dikerjakan jadi pelacur. Setiap hari aku dimarahi, bahkan ditampar kalau tidak mau meladeni pria dikamar. Gaji juga tidak ada, makan terlantar, sementara saat berangkat dari lampung, aku dipermisikan dengan orang tuaku. Kemanalah aku mengadu bang? Kulakukan pun menghisap sabu sabu itu, karena aku dipaksa oleh tembong (31) warga komplek lokalisasi bukit. “Akunya kepada awak media.

Saat disambangi dilokalisai, kepala lingkungan anggi (45) tidak mengetahui adanya tracffiking (perdagangan manusia), karena para pendatang yang bekerja sebagai PSK selalu didata.”Gak tau bang kalau ada PSK dibawah umur, karena warga disini selalu kita data sesuai keterangan dari pemilik barak. Mengenai sipelaku, kemarin yang membawa kelokasi ini boru ginting dan telah diketahui ketua pengusaha selanjutnya kita sampaikan kepada kepala desa.

Semenjak kejadian kemarin, boru ginting lari ntah kemana. Kami berharap boru ginting di tangkap karena telah menyalahi aturan. Kedepannya, kami akan berupaya memperbaiki sisitim, apabila ada PSK dibawah umur, akan kami serahkan ke pihak polisi dan dipulangkan kekampung halamannya. “Ungkapnya.

Demikian juga ketua pengusaha barak lokalisasi bukit maraja D perangin angin (52) warga setempat mengakui bahwa boru ginting dalam perlakuannya kepada pelaku dinilai sangat kejam dan arogan.Bukan hanya itu, kehadiran Dilla disini akibat korban penipuan tracffiking boru ginting. Diduga saat pengisian data identitas ada unsur pemalsuan agar pelaku dapat bekerja dilokalisasi.

“Kuat dugaan saya, dilla itu korban penjualan manusia, karena kami tidak mengetahui berapa umurnya selama bekerja disini, tapi kalau dari postur tubuh, dia masih remaja dibawah umur.Setalah ketangkap sama polisi baru kami tahu dia berumur 15 tahu. Sebelum tertangkap, malamny dilla minta tolong ke saya untuk dipulangkan, tetapi karena sudah malam, ditunda sampai besoknya dengan alasan, boru ginting kejam dan mau memukul pelaku. Rupanya, besoknya tertangkap dia karena mengkonsumsi sabu sabu. “Katanya .

Ditempat terpisah, kepala desa marihat bukit syahrul ginting saat ditemui dirumahnya sekira pukul 14:00 wib mengatakan, sejak tertangkapnya dilla dalam kasus narkoba, tabir tracffiking di lokalisasi terungkap. Bukan hanya itu, kades menyesalkan sikap para pelaku bar yang sengaja memalsukan data dan kinerja para aparatur desa sejak kepemimpinannya yang baru 11 bulan dinilai gagal.

“Saya tidak sempat mengurusi warga didusun itu, pun begitu, setiap pekerjaan bawahan, selalu saya kontrol dan periksa apakah ada menyalahi administrasi. Jika itu keteledoran aparat desa, nanti mereka akan saya periksa, dan kedepannya setiap data warga penghuni perkampungan lokalisasi bukit maraja akan lebih berhati hati agar tidak terulang kembali kejadian serupa. Saya berharap kiranya pihak Pemerintahan Daerah Simalungun melakukan tindakan tegas untuk menutup perkampungan ini agar image orang tidak negatif lagi. “Terangnya.

Ketika dikonfirmasi awak media mengenai tindakan pelaku yang diduga melakukan tindakan kejahatan penjualan manusia (trackfiking) bagaimana proses hukumnya kepada Kapolres Simalungun melalui Kabag Humas Kompol Edy S Sinaga ataupun kanit Reskrim Bangun Iptu Juni yang dilayangkan melalui pesan seluler ataupun panggilan tidak satupun berbalas.

Reporter : JOHN / Hd

Editor :zulham

 

BANNER
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER
To Top