BANNER
Politik

Demi Meningkatkan Investasi ,Petinggi BP Batam yang Sibuk Urus Batam Menari 

BATAM.WARTAINDONESIANEWS.com – Setelah saya cermati dan telaah lebih dalam, saya sulit menemukan korelasi antara menari dengan investasi, atau menari menggairahkan investasi !.

Boleh saja , siapapun mengemukakan pendapat bahwa event menari sekelas internasional dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan menyaksikan pagelaran seni tari tersebut dan kemudian melakukan transaksi-transaksi pada usaha lokal, namun bagaimana efeknya terhadap investasi ?

Or, they said ” Batam dalam pengembangan industri pariwisata” lantas, Pariwisata terbaik apa yang bisa saudara suguhkan di kota Batam? , Pantai ? Atau bangunan kumuh dan tontonan kota sejuta ruko ?.

Hemat kami, Batam masih ada harapan untuk mengembangkan industri manufaktur, Shipyard dll yang lebih urgen untuk dibenahi ketimbang membuat sesuatu kegiatan yang akan memakan waktu , tenaga dan materi yang tidak sedikit. Mengapa masih memaksakan ?.

Kemungkinan saya berpikir dari perusahaan di beberapa negara yang sudah biasa berinvestasi di kota Batam merasakan kejemuan terhadap layanan adminsitrasi investasi yang berbelit-belit, kepastian hukum investasi yang abu-abu serta area investasi yang tumpang tindih.

Oleh sebab itu kami coba memberi masukkan mengapa tak membuat event sejenis ” Opening Reception and Investment Promotion Awards Ceremony” yang mampu menghadirkan para tamu undangan dari pihak kenegaraan lain yang membidangi masalah investasi dan perdagangan di negara nya. Itu lebih Amazing dan ekslusif untuk menarik investasi masuk ke kota Batam.

BP Batam maupun tim marketing dapat leluasa menyebarkan informasi mengenai Batam terkini yang meliputi ; Adminstrasi investasi i23J , regulasi yang jelas serta area-area investasi dengan baik kepada mereka peserta ceromny.Itu menurut kami, Tapi ntah lah. Terkadang BP Batam punya cara sendiri untuk memperbaiki keadaan ekonomi di kota Ini.

Terkait Batam menari yang akan digelar BP Batam pada 8 April 2018 mendatang, mendapatkan kritikan dari berbagai pihak di Kota Batam, hal tersebut disampaikan pula oleh anggota DPRD Kota Batam, Sukaryo,SE dari Fraksi partai PKS. Kamis (05/04/2018).

Masih kata Sukaryo,SE , “Sebagai legislator yang mewakili suara masyarakat, izinkan saya menyampaikan masukan untuk Badan Pengusahaan Batam. Perekonomian Batam yang melemah adalah fakta yang tak terbantahkan. Dampaknya semakin terasa dirasakan oleh masyarakat. Itulah yang saya tangkap selama melaksanakan reses,” ucapnya.

“dianya ingin mengingatkan petinggi BP Batam (Badan Pengusahaan Batam) akan target kerjanya yaitu menumbuhkan ekonomi Batam kembali 7 persen dalam 2 tahun atau yang disingkat menjadi BBM 27,” kata Sukaryo.

Sukaryo menambahkan , “Entah sadar atau tidak, akhir-akhir ini masyarakat merasakan ada yang berbeda dengan BP Batam. Gaung BP Batam seolah hanya fokus pada event dan festival pariwisata,” katanya.

“Kalau hanya membuat event, saya rasa cukuplah Pemerintah Kota batam dengan Dinas Pariwisatanya yang turun tangan. Saya menilai event-event BP Batam tidak terarah dan terkesan hanya uji coba atau malah pemborosan. Sebab hingga kini kami di DPRD Batam dan Pemerintah Kota Batam masih menyusun bersama Rencana Induk Pariwisata Daerah (Ripda) sebagai acuan membangun Batam sebagai kota pariwisata,” ungkap Sukaryo.

Sukaryo menuturkan, “Bila BP Batam bersungguh-sungguh ingin mendukung pariwisata di Batam, berhentilah membuat kegiatan sebatas event. Lebih baik BP Batam mencari investor yang siap menanamkan modalnya untuk membangun wahana sekelas Lego Land Malaysia atau Sentosa Island Singapura,” terangnya.

“BP Batam seharusnya mengingat bahwa ada amanah Presiden RI Joko Widodo untuk menjadikan Batam sebagai pusat ekonomi digital. Lantas apa kabar Batam Techno Park yang dulu pernah digaung-gaungkan BP Batam? Seberapa banyak technopreneur yang sudah dihasilkan? Jangan-jangan program ini menghilang seiring dengan pergantian kepala BP Batam,” ucap Sukaryo.

Sukaryo menjelaskan, Lihatlah Singapura, tetangga kita yang begitu konsen akan perkembangan dunia digital. Tak tanggung-tanggung mereka berniat membangun pusat ekonomi digital bak Silicon Valley di Punggol. Rencana induk Kawasan Digital Punggol seluas 50 hektare itu akan menyerap 28.000 pekerja ekonomi digital.

“Indonesia punya potensi pasar digital yang tinggi. Sepantasnya kita tidak hanya menjadi negara yang menerima limpahan dari Singapura. Kita punya kesempatan untuk sinergi setara bila memulainya dari sekarang,” lanjut Sukaryo.

“Tak hanya itu saja, dirinya juga ingin mengingatkan petinggi BP Batam bahwa ada masyarakat yang mengharapkan surat-surat tanahnya segera selesai. Bahkan ada masyarakat yang sudah 2 tahun menunggu tanpa kabar atas proses pecah PL yang diajukannya,” ungkap Sukaryo.

“Menurut saya BP Batam belum punya kesungguhan untuk menyelesaikan dokumen-dokumen lahan masyarakat Batam. Soal kesungguhan saya rasa BP Batam perlu belajar dari Pemerintah Kota Batam. Lihatlah Pemko yang mewajibkan pegawainya lembur hingga hari libur demi menyelesaikan persoalan E-KTP,” cetusnya.

Sukaryo menambahkan, bahwa sejatinya BP Batam adalah katalisator pertumbuhan ekonomi Batam. Jangan ubah optimisme masyarakat menjadi pesimisme. Ayo gaet investor-investor besar untuk berinvestasi di Batam. Bukalah kembali lapangan kerja yang luas untuk masyarakat. Selesaikanlah dokumen-dokumen lahan yang telah bertahun-tahun ditunggu masyarakat.

“Daripada menghabiskan anggaran fantastis untuk kegiatan berdurasi 15 menit, bukankah lebih bijak gunakan anggarannya untuk membayar lembur pegawai BP Batam mengejar target BBM 27,” tegasnya.

Reporter : (harianto)

Editor :Zulham

BANNER
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER
To Top