BANNER
Teknologi

Enam Tim Arkeologi Teliti Tiga Situs Sejarah Di Bintan

18051908_258887841248556_1956036512_nBINTAN,WARTAINDONESIANEWS.com – Dalam menelusuri peninggalan yang disebut sebagai cagar budaya, tak tanggung tanggung Diabudpora mengundang Enam tim ahli arkelogi untuk melakukan penelitian terhadap tiga situs sejarah yang ada di Kabupaten Bintan, Rabu (19/4/2017).

Keenam tim arkelogi itu meneliti sejak pagi pukul 8.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Peneliti dari Ikatan Ahli Arkeologi Medan, Rita Margareta Setianingsih, Peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Banda Aceh, Deni Sutrisna, Peneliti dari Balai Cagar Budaya Batu Sangkar, Fitria Arda, Akedemisi Perguruan Tinggi (PT) Stisipol Raja Ali Haji, Nurbaiti Hoesni Siam, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bintan, Luki Zaiman Prawira dan pakar peduli Kebudayaan Herry Hoesni

Peneliti dari Ikatan Ahli Arkeologi Medan, Rita Margareta Setianingsih mengatakan penelitian ini dilakukan untuk penetapan situs sejarah menjadi benda cagar budaya yang diakui secara nasional.

Pasalnya melalui penetapan itu, benda cagar budaya akan mengantongi prodak hukum untuk perlindungan dan pelestariannya, lanjutnya, penelitian Tiga situs memiliki usia 50 tahun, meniliki histori yang panjang dan kental dengan karakteristik yang tinggi.

“tadi kita langsung meninjau ketiga situs sejarah itu. Mulai dari Bukit Kerang di Kelurahan Kawal, Rumah Tua di Tanjung Berakit, dan Dapur Arang di Sungai Kecil, yang pasti usianya 50 tahun keatas,” ujar Rita.

Hal senada dikatakan Peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Banda Aceh, Deni Sutrisna. Dia mengakui jika untuk usia ketiga situs itu sudah melampaui unsur ketetapan. Bahkan juga memenuhi unsur lainnya seperti nilai sejarah, pendidikan, budaya, serta berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai objek wisata baru.

“Kami akan menggodok dan memberikan rekomendasi. Sehingga hasil itu dapat diusulkan ke Pak Bupati (Apri Sujadi) hingga mendapatkan register cagar budaya nasional dari Pemerintah Pusat,” akunya.

Menurutnya dengan ditetapkannya ketiga situs sejarah sebagai benda cagar budaya, perlindungan dan pelestariannya akan dijamin undang-undang (uu). Karena benda cagar budaya akan mengantongi SK Register Nasional. Sehingga lahan yang ada disekitarnya akan dilarang keras untuk digunakan aktivitas lain.

“Setelah disetujui Pak Bupati. Kami akan membantu Disbudpora untuk membahas ketingkat selanjutnya,” jelasnya.

Kepala Disbudpora Bintan, Makhfur Zurahman mengucapkan terimakasih kepada tim ahli dan media lokal yang berperan penting dalam penetapan situs sejarah menjadi benda cagar budaya. Karena melalui penetapan inilah situs sejarah itu akan terlindungi, terlestarikan dan terabadikan.

“Jika tidak ditetapkan sebagai cagar budaya pastinya situs-situs akan hancur termakan jaman serta terusik oleh aktivitas lainnya.

Reporter : (jo)

Editor :zulham

BANNER
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER
To Top