BANNER
Kesehatan

Inilah… Alasan BPJS dan RS Camatha Sahidya Muka Kuning Lantarkan Pasien Pengguna KIS

BATAM ,WARTAINDONESIANEWS.com – Menindaklanjuti berita sebelumnya terkait pasien yang memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS),ternyata KIS yang ditanggung oleh pemerintah itu tidak dapat digunakan oleh pasien yang sekarat akibat menumpangi sebuah mobil sedan BP 1663 ZE yang dikemudikan oleh Sahat Pardomuan Sihaan yang diduga telah mabuk mengkonsumsi alkohol.

Pada saat kejadian yang dialami korban ,kecelakaan di kota Batam pada tanggal 22 Oktober malam di jalan Ahmad Yani Muka Kuning menuju Batu Aji, kedua orang tua korban yang berada di Kota Medan merasa disambar petir.

“yang lebih parahnya lagi ketika awak media detiktipikornews.com untuk mencari tau kebenaran tentang keputusan kemenkes ,dan keputusan presiden terhadap pasien yang tidak boleh di biayai oleh BPJS berdasarkan keterangan Oknum dokter dari RS Camatha Sahidya yang hanaya menerima dari FOTO WA saja ungkap Jimi lewat telepon genggamnya”.

Namun,tidak ampai disitu saja awak media ini menemui petugas BPJS di kantor batam centre yang bernama Ibu Noni yang membidangi kecelakaan tetap tidak bisa mmberikan keterangan secara rinci siapa dokter yang menyampaikan kalau pasien Muhammad Afriyaldi dalam keadaan mabuk? .”Noni menerangkan kembali kami tidak bisa membuka ini ke publik mas.

Di tempat terpisah Sekjen dari Relawan Ormas GPN (GARDA PAGAR NEGERI) Ali syahman sangat-sangat kecewa apa yang di lakukan oleh pihak BPJS dan RS Camatha Sahidya. bahwa keputusan kemenkes dan keputusan presiden yang di sampaikan kepada kami adalah tidak jelas, dan disinyalir ada unsur permaianan.

Sementara berdasarkan keputusan presiden poin i yang berbunyi: Gangguan kesehatan/penyakit akibat ketergantungan Obat dan/ atau Alkohol, adalah tidak dapat ditanggung oleh BPJS imbuhnya.

“Akan Tetapi Pasien yang kami tangani saudara Muhammad bukanlah katagori yang tertera dari keputusan yang di sampaikan oleh petugas BPJS Kota Batam jelas Ali.

“Bila masalah ini tidak dapat dibuktikan, oleh RS Camatha Sahidya dan BPJS Kota Batam. secara Surat Resmi dan hasil Lab maka ,”Intawani selaku Bendahara Umum di GPN (GARDA PAGAR NEGERI) akan membawa kasus ini ke RDP DPRD Kota Batam untuk di heringkan.

“Kami berharap agar wakil rakyat DPRD Kota Batam khususnya yang membidanggi ksehatan supaya kasus yang terjadi seperti ini tidak di alammi oleh masyarakat indonesia pada umumnya tegas intan”.

Kalau memang BPJS tidak berpihak kepada mayarakat miskin kami meminta agar pemerintah Kota Batam dan propinsi Kepri agar meninjau kembali keberadaan BPJS di kota Batam dan Propinsi Kepri imbunya.

Lebih baik pemko Batam dan propinsi kepri mengembalikan lagi program jamkesda,atau jamkesmas karena lebih membantu dan terjaminnya kesehatan masyarakat pada umumnya.

Reporter : JN/SP

Editor : Zulham

BANNER
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER
To Top