BANNER
Wajah KEPRI

Kampanyekan, Perlindungan Anak di Masyarakat, PATBM Lakukan Senam Sehat dan Pengobatan Gratis

BINTAN,WARTAINDONESIANEWS.com – Dalam mengkampanyekan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM), Dinas Pemberdayaan Perempuan perlindungan anak pengendalian Pendduduk dan Keluarga berencana (DP3P2Kb) Provinsi Kepri dan Kabupaten Bintan melakukan serangkaian senam sehat dan pengobatan Gratis di Gor Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (1/10/2017).

Selain senam sehat dan pengobatan gratis, tampak terlihat masyarakat dari berbagai kelurahan yang ada di Kabupaten Bintan mendapat berbagai doorprize menarik dari panitia penyelenggara. Hal itu dilakukan untuk menarik simpatisan masyarakat agar mereka memahami mengenai permasalahan anak secara dini.

Misni, Kepala DP3P2Kb Provinsi Kepri mengatakan, dalam mengkampanyekan perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat, provinsi Kepri sudah membentuk Tim PATBM diberbagai kabupaten/ kota.

Kata Misni, Untuk dibintan ada Dua tim pembentukan dari pusat, kemudian dari provinsi kepri telah dibentuk sebanyak Lima tim PATBM pada tahun 2017.

“Dengan adanya tim ini, kasus anak cepat diketahui, karena kita terapkan sistem penjangkauan, pendampingan dan respon cepat, nah dengan adanya seperti ini semoga angka kasus anak dapat ditekan menjadi lebih kecil hingga zero,” kata Misni, Kadis DP3P2Kb, Provinsi Kepri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga berencana (DP3Kb) Bintan Kartini menyampaikan, Untuk diwilayah Bintan memang selayaknya dibentuk PATBM di berbagai kelurahan dan desa, namun hingga saat ini, pihak DP3Kb Bintan baru membentuk 7 PATBM yang diprakasai dari pusat dan provinsi dibeberapa Desa dan Kelurahan.

Menurutnya, didalam anggota PATBM adalah para aktivis, dimana tugas mereka mengkampanyekan bersama ke masing masing desa, supaya didesanya itu melaksanakan kampanye perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat.

Tujuh kelompok PATBM kelurahan dan desa dinintan yang sudah dibentuk yaitu, kelurahan Seilekop, kelurahan Gunung lengkuas, Keluran Tembeling, Desa Berakit, Desa Teluk Bakau, Desa Pengujan dan Desa Teluk Bintan.

” Dengan adanya kegiatan ini bahwa PATBM harus dibentuk di kelurahan dan desa, kalau dari desa barangkali dapat menggunakan dana desa, agar anak-anak dibintan terbebas dari kekerasan, bisa menjadi anak yang berkualitas,” ungkap Kartini.

Lebih lanjut karini menambahakan, terkait perlindungan anak, kabupaten Bintan telah mengeluarkan Peraturan Daerah (perda) perlindungan anak no 1 tahun 2014.

” Dengan pembentukan PATBM maka perda tersebut sangat mendukung, semoga PATBM yang telah dibentuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik,” tambahnya.

Reporter : (jo)

Editor :zulham

BANNER
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER
To Top