BANNER
Politik

Karena Pasien Tidak Mampu RS Awal Bros Diduga Lakukan Semena-Mena Ke Pasien

BATAM,WARTAINDONESIANEWS.com-Miris sungguh yang menimpa pasien tidak mampu Toga JM Aritonang ( 40 thn ) asal RT 04 RW 15  Buliang Batu Aji,dengan sikap RS.Awal Bros yang menyatakan bahwa jenis penyakit yang dideritanya yaitu Fustula ( Bocor Usus ) di bagian perut bawah sebelah kanan yang kerap mengeluarkan cairan kotoran.Sikap yang mengecewakan Ormas GPNRI (Garda Pagar Negeri Republik Indonesia ) dan Kumpulan Marga Aritonang yang dilakukan pihak RS Awal Bros terjadi pada dini hari 3 April 2018 sekitar pukul 01.00 WIB.

Ketika pihak RS menyatakan bahwa pasien bukanlah pasien emergency  dan tidak ada dokter khusus yang menangani penyakit  yang diderita pak Toga bukanlah kriteria penyakit yang dicover BPJS Kesahatan.sangat disayangkan sikap RS Awal Bros ini menyatakan pernyataan sendiri tanpa konfirmasi terlebih dahulu terhadap pihak BPJS.Sehingga Pasien harus membayar biaya selama perawatan berjumalah Rp 300,00 (tigaratus ribu Rupiah ).

Sempat terjadi perdebatan antara pihak RS dan Ormas GPNRI serta Persatuan Marga Aritonang .dan akhirnya pasien dibawa ke RS.Elisabet Batam Kota,sesampainya di RS.Elisabet ,pasien ditangani perawat yang bertugas malam di RS.Elisabet dengan arahan dokter di IGD namun karena tidak adanya juga dokter khusus yang menangani penyakit pasien,maka pasien dibawa pulang kembali ke rumah dengan keadaan dibalut usus bocornya oleh RS.Elisabet tanpa dimintai pembayaran.

‘Kami kecewa dengan pihak Awal Bros yang menyatakan pasien bukanlah pasien emergency dan jenis penyakit pasien tidak dicover BPJS.Padahal pihak rumah sakit embung Fatimah dan Elisabet menyatakn pasien ini tergolong pasien emergency dan info yang kami dapat dari RSUD bahwa dokter khusus yang menangani penyakit yang diderita pak Toga adalah Awal Bros,entah mana yang benar?”ungkap Lam Aritonang .

Akhirnya pada pagi harinya Menunggu hasil Koordinasi Ormas Garda Pagar Negeri Republik Indonesia ( GPNRI ) ,Persatuan  Marga Aritonang dan keluarga pasien  berinisiatif membawa pasien ke RS  Embung Fatimah ,sehingga pasien dirawat inap dan ditangani pihak RS.

Semenetara itu Ormas GPNRI yang diwakili oleh Intawani dan Frans ,mendatangi kantor DPRD kota Batam Komisi IV dan disambut dengan tangan terbuka oleh Bapak Bobi Alexander Siregar untuk sharring masalah yang dihadapi pasien dimana GPNRI selaku pendamping pasien,meminta solusi agar pasien segera ditangani oleh pihak RS dengan koordinasi kepada pihak BPJSK.

Akhirnya Ormas GPNRI koordinasi dengan Kepala BPJS Pak Jonni ,Beliaupun menyatakan Penyakit Pak Toga dicover oleh BPJS Kesehatan dan tidaklah benar kritria penyakit yang diderita pak Togar, tidak dicover BPJSK.

“Seharusnya RS koordonasi terlebih dahulu pada pihak BPJS dalam menangani pasien,sebelum memutuskan apakah pasien itu dicover BPJS atau tidak.”Tegas Pak Dewan ,Bobi Alexander Siregar ketiak dimintai keteranganya oleh awak mediatrias.com di ruang kerjanya.

Reperter : fn

Editor       :Mulian

 

BANNER
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER
To Top