BANNER
Nasional

Kedatangan Raja Salman Puncak Hubungan RI-Arab Saudi

puncak-hubungan-3JAKARTA,WARTAINDONESIANEWS.com – Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud ke Indonesia dapat dilihat sebagai puncak hubungan kedua negara. Apresiasi Arab Saudi pada Indonesia yang selama dua tahun terakhir sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo menjalin hubungan intensif dengan Arab Saudi.

Lawatan terakhir Raja Arab Saudi ke Indonesia dilakukan pada 1970 atau 47 tahun lalu. Tak heran, kunjungan raja berjuluk Penjaga Dua Kota Suci itu disambut antusias oleh berbagai pihak.

Rabu (1/3/2017), sekitar pukul 12.30 WIB, pesawat berkelir krem dan putih yang membawa Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Penyambutan kunjungan tamu negara kali ini terasa berbeda dibandingkan dengan penyambutan tamu-tamu kenegaraan sebelumnya. Untuk pertama kalinya, Presiden Joko Widodo menyambut langsung kedatangan Raja Salman selaku tamu negara di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Melalui kunjungan ini, Indonesia dijadikan mitra strategis Arab Saudi dalam mewujudkan kerja sama kedua negara. Proses tersebut dibangun intensif sejak masa pemerintahan Presiden Jokowi melalui peningkatan kunjungan kedua negara.

Dalam kurun waktu lebih kurang 2 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, kunjungan intensif dilakukan kedua belah pihak. Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kerajaan Arab Saudi pada September 2015 lalu dinilai sangat bersejarah. Menteri Luar Negeri Indonesia pun telah berkunjung sebanyak 3 kali. Para pejabat tinggi Indonesia juga melakukan kunjungan hingga 10 kali. Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi juga melawat ke Indonesia sebanyak 2 kali. Belum lagi kunjungan para pangeran.

Atas kenyataan jalinan relasi tersebut, kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud ke Indonesia kali ini sebenarnya adalah puncak hubungan ke dua negara. Arab Saudi, kini melihat, hubungan Indonesia tidak hanya mendasarkan pada urusan penyelenggaraan haji dan tenaga kerja semata, namun juga pada aspek yang lebih luas. Mulai dari investasi, infrastruktur, perumahan, sanitasi, perdagangan, dsb.

Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 1 Maret 2017 berlangsung sangat bersahabat dan produktif. Sejumlah kesepakatan peningkatan kerja sama kedua negara berhasil tercapai.

Indonesia menganggap, Arab Saudi merupakan salah satu mitra penting di kawasan Timur Tengah. Indonesia pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung visi 2030 Arab Saudi melalui berbagai skema kerja sama.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan pers usai pertemuan menjelaskan, Presiden Joko Widodo secara khusus mengapresiasi pemerintah Arab Saudi terkait pengembalian kuota haji normal Indonesia sebesar 211 ribu jamaah. Jumlah tersebut belum termasuk penambahan kembali sebesar 10 ribu jamaah untuk tahun 2017 hingga berjumlah total 221 ribu jamaah.

Presiden Joko Widodo mengajak Raja Salman untuk menghilangkan hambatan perdagangan di antara kedua negara. “Indonesia mengharapkan pemberian kemudahan akses pasar bagi produk Indonesia terutama produk halal, perikanan, obat-obatan, alat kesehatan, produk tekstil, serta garmen Indonesia,” ujarnya.

Keikutsertaan Arab Saudi dalam industri kilang Indonesia juga merupakan sebuah kemajuan. Ditandai dengan ditandatanganinya program Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap antara PT Pertamina dengan Saudi Aramco senilai USD 6 miliar.

Dalam hal kerja sama di bidang keamanan, Indonesia menegaskan kembali pentingnya penyelesaian berbagai konflik di seluruh dunia, termasuk di Timur Tengah, secara damai. Kerja sama kedua negara juga dipandang perlu dalam memajukan Islam sebagai agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh semesta.

Selain itu, persoalan Palestina yang merupakan isu global juga dibahas oleh keduanya. Indonesia sendiri mendukung penuh upaya yang terus dilakukan terkait dengan kemerdekaan Palestina.

Dalam pertemuan bilateral yang kemudian berlanjut dengan penandatanganan nota kesepahaman tersebut, sebanyak 11 nota kesepahaman berhasil dicapai dan ditandatangani. Salah satu kesepahaman yang tercapai ialah mengenai komitmen kontribusi pendanaan terhadap pembiayaan proyek pembangunan senilai USD 1 miliar.

Sebuah puncak hubungan kedua negara yang dibangun intensif dengan Arab Saudi oleh pemerintah Indonesia.

Sumber : presidenri.go.id

Editor :zulham

BANNER
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER
To Top