BANNER
Dunia

Kunker DPD RI Ke Batam,Berujung Soping Keluar Negeri”

Kunker DPD RI Ke Batam,Berujung Soping Kesingapur"
Kunker DPD RI Ke Batam,Berujung Soping Kesingapur"

foto singapure

WartaindonesiaNews BATAM – Kunjungan Kunker Anggota DPD RI beberapa bulan yang lalu dari pusat melakukan pembahasan bersama penyalur Tenagga kerja indonesia (TKI )di seluruh kota Batam Propinsi Kepri ,bertempat di gedung aula Pemko Batam sepertinya tidak membuahkan hasil yang positif”.

Pantauan yang di lakukan awak media ini di seputaran pelabuhan Internasional Batam Centre tempat pusat pemberangkatan para TKI Ilegal masih berjalan terus bahkan secara terang-terangan.Mudus operandi pemberangkatan TKI Ilegal dari pelabuhan internasional Batam Centre bukanlah hal rahasia umum lagi hanya saja sepertinya kelemahan pemerintah maupun jajaran lembaga penegak hukum untuk memerangi sindikat perdagangan manusia seakan-akan saling melempar tanggung jawab dari masing-masing instansi.

Hasil Investigasi media wartaindonesiaNews Berapa ribu juta jiwa tenaga kerja Indonesia setiap bulanya dan tahun, bahkan rata-rata di bawah umur di perdaya dan di iming-iming serta dijanjikan memperoleh gaji yang cukup besar dari penyalur TKI ilegal.Hanya saja kita kembali bertanya kepada para rombongan DPD RI beberapa bulan yang lalu ke kota Batam,sejauh mana keseriusan mereka untuk mempersempit jalur ruang lingkup bahkan menutup pintu pengiriman TKI ilegal keluar negeri hingga menangkap aktor dalang di balik semua ini malah tetap berjalan mulus saja para tekong untuk memberangkatkan TKI ilegal tersebut”.

Munurut fuji salah satu calon pekerja TKI di malaysia hendak mau berangkat hari Rabu tanggal 12 Agustus 2015,saat di konfirmasi media WartaindonesiaNews.com ,di pelabuhan Sekupang menuturkan “Kalau prihal untuk tenaga kerja di luar negeri khususnya Malaysia rata-rata orang indonesia menggunakan paspor wisata mas.Karena untuk keberangkatan dan hingga ke negara tujuan pihak tekong (pemilikkapal ) yang sudah menjadi mopdus selama ini ,dengan petugas di Malaysia sepertinya sudah berkordinasi dengan baik.

Akan tetapi sangat Berbeda dengan negara Singapore pemeriksaan di pintu kedatangan semua serba exstra ketat ,apalagi masih di berlakukan wawancara menanyakan tujuan kedatangan dan berapa lama serta berapa uang jaminan yang di bawa.Kalau kami berangkat ke Malaysia biasanya dengan cara rombongan ,ada yang melalui pelabuhan Internasional Batam Centre ,pelabuhan Sekupang ,dan pelabuhan Nongsa bahkan banyak juga di berangkatkan melalui pelabuhan tikus pada malam hari jelasnya.

Namun keberangkatan para TKI pada awalnya kebanyakan melalui pelabuhan resmi dengan menggunakan paspor wisata di pandu para Tekong kapal ,TKI dari pelabuhan Batam hingga di pertemukan dengan Ejensi yang sudah menanti di negara Malaysia sebagai pemberi jasa kerja.

Tetapi perjalanan TKI tersebut tidaklah semulus yang di harapkan,bisa saja berbalik menjadi kehancuran ,janji semula berubah,pekerjaan apapun yang di berikan pihak ejensi harus di jalani meski bertolak pada batin kita sendiri demi untuk kebutuhan hidup,sebab ruang gerak para calon TKI di penampungan di tutup apalagi semua paspor di tahan oleh majikan.Tidak jarang para calon TKI yang di pekerjakan oleh ejensi banyak yang melarikan diri dan mencari pekerjaan lain,dan sampai-sampai ada yang sampai menjual diri demi mempertahankan hidup di negeri sebarng,hingga pulangnya ke Indonesia harus melalui jalur pelabuhan tikus.

Tak mengenal lelah awak media ini melakukan penelusuran kembali ,bahwa di pelabuhan Internasional Batam Centre pada hari kamis tanggal 13 Agustus 2015 salah satu calon TKI ilegal berisial Meri hendak berangkat ke Singapore saat di konfirmasi menerangkan “Saya berangkat ke Singapore bukan untuk wisatawan melainkan untuk bekerja mas ujarnya.

Dengan Banyaknya orang Indonesia bekerja di Singapore menggunakan paspor wisata ,hanya saja ketergantungan uang tunjuk kita dan berapa lama di gunakan disana .Memang sih…kalau di tanya di imigrasi Singapore mau ngapain…ya kita harus jawab mau belanja atau wisata jelasnya.

Kemungkinan kalau uang tunjuk sudah ada rekanan yang menyediakan dari pelabuhan keberangkatan di kenakan bunga 10% dengan sistem saat berangkat uang Dollar Singapore di berikan sesudah lewat pemeriksaan di pelabuhan keimigrasian Singapore uang tersebut kita kembalikan kepada orang Indonesia yang di tempatkan di Singapore.

Kalau masalah pekerjaan di Singapore itu orang kita Indonesia banyak menjadi “Ejen “tergantung kita yang memilih apakah untuk pembantu rumah tangga ,pelayan rumah makan,kerja di kafe dan lain-lain semua serba ada katanya.

Ketika ejensi orang Indonesia sangat banyak di Singapore apakah itu resmi atau tidaknya kami tidak tau yang penting kami di pekerjakan setiap tiba di sana.Kalau cara hitungan penggajiannya(pembantu rumah tangga) rata-rata paling sedikit satu tempat 4 jam di bayar 50 Dollar Singapore,20 Dolar untuk Ejensi dan 30 Dollar untuk kami.

Setiap hari kami bekerja paling sedikit di 3 tempat ,dengan rata-rata 4 jam ,berarti dalam satu hari itu kami menghasilkan 90 Dollar Singapore kalau itu di rupiahkan sudah berapa nilai uangnya.Makanya tidak heran lagi kalau di tempat hiburan malam seperti kafe dan kasino di Singapore hampir 99% orang Indonesia pekerjanya karena bukan gaji saja yang di harapkan adanya servis dari para tamu di sana .tuturnya pada media ini.

Seharusnya pemerintah Indonesia sudah sepatutnya memperhatikan nasib ribuan para tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri khususnya di Malaysia dan di Singapore.Apalagi dengan adanya kunjungan ketua komisi III DPD RI Ardi S Hood bersama rombongan ke kota Batam beberapa bulan yang lalu,serta melakukan pembahasan terkait nasib para TKI/TKW ,hendaknya menjadi di proritas ,bukan malah di biarkan dan soping ke luar negeri”.

Hingga sampai sekarang ini pengiriman para TKI ilegal masih terlihat ramai dan leluasa dari berbagai pelabuhan serta bandara Hang Nadim di kota Batam,lalu siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap nasib TKI indonesia di negeri sebrang bila terjadi masalah? (*)

BANNER
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BANNER
To Top